LOGIKA MATEMATIKA

Berikut ini sekilas tentang Logika matematika

Logika seringkali didefinisikan sebagai ilmu untuk berfikit dan menalar (sehingga didapatkan kesimpulan yang absah/valid). Ditinjau dari perkembangannya, logika merupakan salah satu cabang filsafat yang mempelajari aturan – aturan cara menalar yang benar.

Image

Logika membantu mengatur pemikiran kita, untuk memisahkan hal yang benar dari yang salah. Pengetahuan tentang bagaimana menggunakan logika dapat membantu kita menghindari salah penafsiran, dan meningkatkan keahlian kita dalam berpikir analitis.

Tujuan belajar logika antara lain :

  1. Kita mengenali dan menggunakan bentuk-bentuk umum tertentu dari cara penarikan konklusi (kesimpulan) yang absah, dan menghindari kesalahan – kesalahan yang biasa dijumpai.
  2. Kita dapat memperpanjang rangkaian penalaran itu untuk menyelesaikan problem – problem yang lebih kompleks.

Dalam melakukan penarikan kesimpulan, ada beberapa kalimat yang digunakan atau pernyataan dalam prosesnya. Berikut ini beberapa macam kalimat yang digunakan dalam penalaran logika.

A. Kalimat Pernyataan

Kalimat adalah rangkaian kata yang disusun menurut tata bahasa dan mengandung arti. Dalam logika matematik hanya dibicarakan kalimat – kalimat yang berarti menerangkan (deklaratif), yang selanjutnya disebut pernyataan (pernyataan majemuk dan penyataan sederhana). Pernyataan yang mungkin bernilai benar saja atau salah saja, tidak ada jawaban yang relatif. Dan logika seperti ini selanjutnya disebut sebagai LOGIKA MATEMATIKA DUA NILAI, yaitu Benar (B) dan Salah (S).

Menurut jenisnya kalimat dibagi menjadi :

LOGIKA

LOGIKA

B. Variabel, konstanta, dan parameter

Variabel adalah simbol yang menunjukkan suatu anggota yang belum spesifik dalam semesta pembicaraan. Konstanta adalah simbol yang menunjukkan anggota tertentu yang sudah spesifik dalam semestea pembicaraan. Parameter adalah variabel penghubung antara beberapa variabel.

Contoh : pada kalimat  4+x=9. 4 merupakan konstanta, x merupakan variabel. Untuk parameter, perhatikan kalimat matematika bertikut x=r cos t, y=r sin t, x^2 + y^2=r^2. x dan y  merupakan variabel dan  t merupakan penghubung dari  variabel x dan y yang disebut parameter.

C. Kalimat terbuka dan kalimat tertutup

Kalimat terbuka adalah kalimat yang mengandung variabel atau adalah kalimat yang belum dapat ditentukan nilai kebenarannya. Jika variabel tersebut diganti konstanta dalam semesta yang sesuai, maka kalimat itu akan menjadi kalimat yang bernilai benar saja atau bernilai salah saja (pernyataan).

Contoh : Semua persamaan (=) dan pertidaksamaan <,>,\leq adalah kalimat terbuka.

Kalimat tertutup adalah kalimat yang tidak mengandung variabel atau adalah kalimat yang sudah jelas benar salahnya. Contoh : .2+4=6.

D. Kata hubung kalimat

Dalam logika, dikenal beberapa kata hubung kalimat untuk membentuk pernyataan majemuk yang berasal dari satu atau lebih pernyataan sederhana. Ada lima macam kata hubung kalimat dalam logika, yaitu : Negasi, konjungsi, disjungsi, kondisional, dan bikondisional.

Untuk mempelajari lebih lanjut kata hubung tersebut, klik kata hubung yang ingin di pelajari di atas.

 

 

Membangun Backlink

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s